Latest Updates

Metode Penilaian Pada Persediaan

Metode Penilaian Pada Persediaan
Metode Penilaian Pada Persediaan | Dalam menetapkan nilai suatu persediaan dari suatu perusahaan terlebih dahulu perlu ditetapkan suatu metode penilaian persediaan yang akan dipilih oleh suatu perusahaan agar persediaan yang digunakan dalam proses produksi dapat menunjukkan nilai yang lebih tepat sehingga perusahaan dapat menetapkan laba atau rugi yang lebih mencerminkan keadaan yang wajar.

“Untuk menilai persediaan dapat digunakan berbagai cara yaitu:
1. Identifikasi khusus
2. Masuk pertama keluar pertama (MPKP/FIFO)
3. Rata-rata tertimbang
4. Masuk terakhir keluar pertama (MTKP/LIFO)
5. Persediaan besi/minimum
6. Biaya standar
7. Biaya rata-rata sederhana
8. Harga beli terakhir
9. Metode nilai penjualan relatif
10. Metode biaya variabel”.

Adapun penjelasan mengenai cara untuk dapat menghitung harga pokok penjualan dan harga pokok persediaan akhir tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1. Metode Identifikasi Khusus
Metode identifikasi khusus ini didasarkan pada anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Untuk itu perlu dipisahkan tiap-tiap jenis barang berdasarkan harga pokoknya dan untuk masing-masing kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri sehingga masing-masing harga pokok bisa diketahui. Harga pokok terdiri dari harga pokok barang-barang yang dijual dan sisanya merupakan persediaan akhir. Metode ini dapat digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan fisik maupun buku.

2. Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP/FIFO)
Harga pokok persediaan akan dibebankan sesuai dengan urutan terjadinya. Apabila ada penjualan atau pemakaian barang-barang maka harga pokok dibebankan adalah harga pokok yang paling terdahulu, disusul yang masuk berikutnya. Persediaan akhir dibebani harga pokok terakhir.

3. Rata-rata Tertimbang
Dalam metode ini barang-barang yang dipakai unutk produksi atau dijual akan dibebani harga pokok rata-rata. Perhitungan harga pokok rata-rata dilakukan dengan cara membagi jumlah harga perolehan dengan kuantitinya.

4. Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP/LIFO)
Barang-barang yang dikeluarkan dari gudang akan dibebani dengan harga pokok pembelian yang terakhir disusul dengan masuk sebelumnya. Persediaan akhir dihargai dengan harga pokok pembelian yang pertama dan berikutnya.

5. Persediaan Besi/Minimum
Dalam metode ini dipakai anggapan bahwa perusahaan memerlukan suatu jumlah persediaan minimum (besi) untuk menjaga kontinuitas usahanya. Persediaan minimum (besi) ini dianggap sebagai suatu elemen yang harus selalu tetap, sehingga dinilai dengan harga pokok yang tetap. Harga pokok untuk persediaan besi (minimum) biasanya diambil dari pengalaman yang lalu dimana harga pokok itu nilainya rendah. Pada akhir periode jumlah barang yang ada dalam gudang dihitung. Jumlah persediaan besi dinilai dengan harga pokok yang tetap, sedangkan selisih antara jumlah barang yang ada dengan jumlah persediaan besi dinilai dengan harga pada saat tersebut (bisa dengan metode MTKP, MPKP, rata-rata tertimbang atau metode lain).

6. Biaya Standar
Dalam perusahaan manufaktur yang memakai sistem biaya standar, persediaan barang dinilai dengan biaya standar, yaitu biaya-biaya yang seharusnya terjadi. Biaya standar ini ditentukan dimuka, yaitu sebelum proses produksi dimulai, untuk bahan baku, upah langsung dan biaya produksi tidak langsung. Apabila terdapat perbedaan biaya-biaya yang sesungguhnya terjadi dengan biaya standarnya, perbedaan-perbedaan itu akan dicatat sebagai selisih. Karena persediaan barang dinilai dengan biaya standar maka dalam harga pokok penjualan tidak termasuk kerugian-kerugian yang timbul karena pemborosan-pemborosan dan hal-hal yang tidak biasa. Biaya standar yang ditetapkan akan terus digunakan apabila tidak ada perubahan harga maupun metode produksi. Apabila ternyata ada perubahan maka biaya standar harus direvisi dan disesuaikan dengan keadaan yang baru.

7. Biaya Rata-rata Sederhana
Harga pokok persediaan dalam metode ini ditentukan dengan menghitung rata-rata tanpa memperhatikan jumlahnya. Apabila jumlah barang berbeda-beda maka metode ini tidak menghasilkan harga pokok yang dapat mewakili seluruh persediaan.

8. Harga Beli Terakhir
Dalam metode ini persediaan barang yang ada pada akhir periode dinilai dengan harga pokok pembelian terakhir tanpa mempertimbangkan apakah jumlah persediaan yang ada melebihi jumlah yang dibeli terakhir

9. Metode Nilai Penjualan Relatif
Metode ini dipakai unutk mengalokasikan biaya-biaya bersama (joint cost) kepada masing-masing produk yang dihasilkan atau dibeli. Masalah alokasi ini timbul dalam usaha dagang maupun perusahaan manufaktur. Dalam perusahaan dagang apabila dibeli beberapa barang yang harganya menjadi satu, timbul masalah berapakah harga pokok masing-masing barang tersebut.

10. Metode Biaya Variabel
Dalam metode ini harga pokok produksi dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan hanya dibebani dengan biaya produksi yang variabel yaitu bahan baku, upah langsung dan biaya produksi tidak langsung variabel. Biaya produksi tidak langsung yang tetap akan dibebankan sebagai biaya dalam periode yang bersangkutan dan tidak ditunda dalam persediaan. Metode ini berguna bagi pimpinan perusahaan untuk merencanakan dan mengawasi biaya-biayanya. Agar metode ini dapat digunakan, rekening-rekening biaya harus dipisahkan menjadi biaya variabel dan tetap. Karena yang dimasukkan dalam perhitungan harga pokok produksi hanya biaya-biaya yang variabel, metode ini tidak diterima sebagai prinsip akuntansi yang lazim. Oleh karena itu jika digunakan metode biaya variabel maka pada akhir periode harus diadakan penyesuaian terhadap persediaan dan harga pokok penjualan.

Harga Laptop Lenovo Terbaru AMD & Intel

Contoh&Fungsi : Informasi Laptop Lenovo - Lenovo juga memiliki reputasi yang terbilang baik serta memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni yang saat ini sudah di gunakan oleh jutaan para penggunanya di seluruh penjuru dunia. Untuk Laptop Lenovo sendiri bisa dibedakan kepada empat jenis berdasarkan Spesifikasi Laptopnya. Dan yang paling mencolok adalah pada Prosessor apa yang digunakan. Core i Series atau AMD kah, atau bahkan hanya menggunakan Prosessor Intel Celeron - Core 2 Quad.

Bukan hanya tablet android lenovo serta smartphone android lenovo yang memiliki banyak penggemarnya tapi sektor laptop juga memiliki banyak sekali penggemarnya di seluruh dunia. Jika anda sata ini mencari informasi terbaru mengenai harga laptop lenovo terbaru dari semua type laptop lenovo maka anda bisa mencari
referensi terbarunya di sini namun untuk harga sebenarnya mungkin akan mengalami perbedaan di setiap wilayahnya serta daerah masing masing di kota anda.
Harga Laptop Lenovo Bulan September 2014
Harga Laptop Lenovo Terbaru AMD & Intel
Harga Laptop Lenovo Terbaru AMD & Intel
Setelah beberapa waktu lalu kita membahas informasi terbaru mengenai harga laptop samsungterbaru yang seperti kita ketahui jika laptop besutan dari vendor samsung memang memiliki reputasi yang baik sama halnya reputasi dari smartphone androidnya. Di bawah ini adalah list daftar harga laptop lenovo terbaru semau type.
Harga Laptop lenovo Terbaru Semua Type
Lenovo G480-2332
Rp. 3.500.000
Pentium B960 2.2Ghz, 14.1” WXGA, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Intel HD, Wifi, No Bluetooth, Camera, DOS
Lenovo G480-5298
Rp. 5.300.000
Core i5 3230M 2.6Ghz, 14.1” WXGA, 4GB DDR3, 500GB, DVDRW, Nvidia Geforce G610M 1GB, Wifi, No Bluetooth, Camera, DOS
Lenovo G485-6709
Rp. 3.000.000
AMD E300 1.3Ghz, 2GB, 320GB, Ati Radeon HD 6320M, Wifi, No Bluetooth, Camera, DVDRW, 14.1” WXGA, Non OS
Lenovo S110
Rp. 2.500.000
Intel Atom N2800 1.86Ghz, 2GB DDR3 (1 Slot SODIMM), 320GB, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, No Optical Drive, Camera, Intel GMA, 10.1” WSVGA, DOS
Lenovo S200
Rp. 2.700.000
Intel Atom N2600 1.6Ghz, 2GB DDR3 (1 Slot SODIMM), 320GB, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, No Optical Drive, Camera, Intel HD, 11.6” WXGA, Non OS
Lenovo S206
Rp. 4.600.000
AMD C60 1.0Ghz, 2GB DDR3 (1 Slot SODIMM), 320GB, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, No Optical Drive, Camera, AMD Radeon HD 6290, 11.6” WXGA, Win 7 Home Basic
Lenovo S300
Rp. 3.800.000
Pentium 997 1.6Ghz, 2GB DDR3, 500GB, No Optical Drive, Wifi, Bluetooth, 14” WXGA, Intel HD, Camera, Non OS
Lenovo S400
Rp. 4.800.000
Core i3 2365 1.4Ghz, 4GB DDR3, 500GB, No Optical Drive, Wifi, Bluetooth, 14” WXGA, Ati Radeon HD 7450 1GB, Camera, DOS
Lenovo G480-5801
Rp. 3.500.000
Pentium B960 2.1Ghz, 14.1” WXGA, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Intel HD, Wifi, No Bluetooth, Camera, Non OS
Lenovo G480-6545
Rp. 4.700.000
Core i3 3120M 2.5Ghz, 14.1” WXGA, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Nvidia Geforce G610M 1GB, Wifi, No Bluetooth, Camera, DOS
Lenovo G480-9140
Rp. 4.800.000
Core i3 3110M 2.4Ghz, 14.1” WXGA, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Nvidia Geforce G610M 1GB, Wifi, No Bluetooth, Camera, Non OS
Lenovo G480-9811
Rp. 3.100.000
Intel B830 1.8Ghz, 14.1” WXGA, 2GB DDR3, 320GB, DVDRW, Intel GMA, Wifi, No Bluetooth, Camera, DOS
Lenovo T420-6RA
Rp. 16.100.000
Core i5 2540M 2.6Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB, Nvidia N12P-GV 1GB, DVDRW, Bluetooth, Fingerprint, Wifi, Win 7 Pro
Lenovo T420-JG9
Rp. 7.000.000
Core i3 2350M 2.3Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB, Intel GMA, DVDRW, Bluetooth, Fingerprint, Wifi, Non OS
Lenovo T430-AP3
Rp. 15.600.000
Core i5 3210M 2.5Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, HDD 500GB + SSD 32GB, Intel HD, DVDRW, Bluetooth, Fingerprint, Wifi, Win 7 Pro
Lenovo Twist S230U-6CA
Rp. 12.200.000
Core i7 3537U 2.0Ghz, 12.5” HD IPS Gorilla Glass Touch Screen, Camera, 8GB DDR3, 500GB, Intel HD, No Optical Drive, Bluetooth, Wifi, Win 8
Lenovo U300s-5349
Rp. 15.500.000
Core i7 2677M 1.8Ghz, 13.3” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 256GB SSD, Intel HD, No Optical Drive, Bluetooth, Wifi, Win 7 Home Premium
Lenovo U310-5877
Rp. 8.000.000
Core i5 3317U 1.7Ghz, 13.3” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 320GB+32GB SSD, Intel HD, No Optical Drive, Bluetooth, Wifi, Win 7 Home Premium
Lenovo U310-8188
Rp. 6.300.000
Core i3 3217U 1.8Ghz, 13.3” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 320GB, Intel HD, No Optical Drive, Bluetooth, Wifi, Non OS
Lenovo U310-8190
Rp. 6.300.000
Core i3 3217U 1.8Ghz, 13.3” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 320GB, Intel HD, No Optical Drive, Bluetooth, Wifi, Non OS
Lenovo U410-1250
Rp. 8.300.000
Core i5 3317U 1.7Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB HDD + 32GB SSD, Nvidia Geforce G610M 1GB, Bluetooth, Wifi, Win 7 Home Premium
Lenovo U410-1253
Rp. 8.300.000
Core i5 3317U 1.7Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB HDD + 32GB SSD, Nvidia Geforce G610M 1GB, Bluetooth, Wifi, Win 7 Home Premium
Lenovo U410-1254
Rp. 8.300.000
Core i5 3317U 1.7Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB HDD + 32GB SSD, Nvidia Geforce G610M 1GB, Bluetooth, Wifi, Win 7 Home Premium
Lenovo U410-1308
Rp. 6.200.000
Core i3 3217U 1.8Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB, Nvidia Geforce G610M 1GB, Bluetooth, Wifi, Non OS
Lenovo U410-1310
Rp. 6.200.000
Core i3 3217U 1.8Ghz, 14.1” WXGA, Camera, 4GB DDR3, 500GB, Nvidia Geforce G610M 1GB, Bluetooth, Wifi, Non OS
Lenovo X220-6EA
Rp. 15.100.000
Core i5 2450M 2.5Ghz, 4GB DDR3, 320GB, Wifi, Bluetooth, Fingerprint, DVDRW Ext., Intel HD, Camera, 12.5inch WXGA, Win 7 Pro
Lenovo X220-KG4
Rp. 15.600.000
Core i5 2540M 2.6Ghz, 4GB DDR3, 320GB, Wifi, Bluetooth, Fingerprint, DVDRW Ext., Intel HD, Camera, 12.5inch WXGA, Win 7 Pro
Lenovo X220i-1P7
Rp. 9.900.000
Core i3 2350M 2.3Ghz, 4GB DDR3, 500GB, Wifi, Bluetooth, Fingerprint, DVDRW Ext., Intel HD, Camera, 12.5inch WXGA, Non OS
Lenovo X230-5FA
Rp. 15.600.000
Core i5 3210M 2.5Ghz, 4GB DDR3, HDD 500GB + SSD 32GB, Wifi, Bluetooth, Fingerprint, DVDRW Ext., Intel HD, Camera, 12.5inch WXGA, Win 7 Pro
Lenovo Y400-5846
Rp. 9.800.000
Core i7 3630QM 2.4Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, Bluetooth, Nvidia Geforce GT650M 2GB, Camera, Card Reader, 14” WXGA, Win 8
Lenovo Yoga 13-9484
Rp. 13.900.000
Core i7 3537U 2.0Ghz, 13.3” HD LED Touch Screen, Camera, 8GB DDR3, 256GB SSD, Intel HD, Bluetooth, Wifi, Win 8
Lenovo Yoga 13-9485
Rp. 13.000.000
Core i5 3337U 1.8Ghz, 13.3” HD LED Touch Screen, Camera, 8GB DDR3, 256GB SSD, Intel HD, Bluetooth, Wifi, Win 8
Lenovo Yoga 13-9486
Rp. 13.000.000
Core i5 3337U 1.8Ghz, 13.3” HD LED Touch Screen, Camera, 8GB DDR3, 256GB SSD, Intel HD, Bluetooth, Wifi, Win 8
Lenovo Z370-7023
Rp. 4.600.000
Core i3 2350M 2.3Ghz, 13” WXGA, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Intel HD, Wifi, No Bluetooth, Camera, Non OS
Lenovo Z400-6783
Rp. 7.800.000
Core i7 3632QM 2.2Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, Bluetooth, Nvidia Geforce GT635M 2GB, Camera, Card Reader, 14” WXGA, DOS
Lenovo V470c 164
Rp. 4.600.000
Intel Core i3-2350M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, GbE NIC, WiFi, Bluetooth, Fingerprint, VGA Intel HD Graphics 3000, Camera, 14inch WXGA, Non OS
Lenovo V480 098
Rp. 8.900.000
Intel Core i7-3632QM, 4GB DDR3, 750GB HDD, GbE NIC, WiFi, Bluetooth, Fingerprint, VGA NVIDIA GT630M 1GB, Camera, 14inch WXGA, Non OS
Lenovo X1-3DA
Rp. 21.900.000
Core i5 2520M 2.5Ghz, 4GB DDR3, 160GB SSD, Wifi, Bluetooth, Fingerprint, No Optical Drive, Intel HD, Camera, 13.3inch WXGA, Win 7 Pro
Lenovo Z400-6786
Rp. 7.800.000
Core i7 3632QM 2.2Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, Bluetooth, Nvidia Geforce GT635M 2GB, Camera, Card Reader, 14” WXGA, DOS
Lenovo Z400-6787
Rp. 8.600.000
Core i7 3632QM 2.2Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, Bluetooth, Nvidia Geforce GT635M 2GB, Camera, Card Reader, 14” WXGA, Win 8
Lenovo Z400-6788
Rp. 7.800.000
Core i7 3632QM 2.2Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, Bluetooth, Nvidia Geforce GT635M 2GB, Camera, Card Reader, 14” WXGA, DOS
Lenovo Z400-8453
Rp. 6.600.000
Core i5 3230M 2.6Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, No Bluetooth, Nvidia Geforce GT635M 2GB, Camera, Card Reader, 14″ WXGA, DOS
Lenovo Z400-8454
Rp. 6.600.000
Core i5 3230M 2.6Ghz, 4GB DDR3, 1TB, DVDRW, Wifi, No Bluetooth, Nvidia Geforce GT635M 2GB, Camera, Card Reader, 14″ WXGA, DOS
Lenovo Z480-3031
Rp. 5.800.000
Core i3 3110M 2.4Ghz, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Wifi, No Bluetooth, Nvidia Geforce GT640M 2GB, Camera, Card Reader, 14inch WXGA, Non OS
Lenovo Z480-3032
Rp. 5.800.000
Core i3 3110M 2.4Ghz, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Wifi, No Bluetooth, Nvidia Geforce GT640M 2GB, Camera, Card Reader, 14inch WXGA, Non OS
Harga Laptop Lenovo di atas bisa saja berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harga tersebut bukan bersifat terikat dan untuk setiap wilayahnya bisa berubah sewaktu waktu dan berbeda di setiap wilayah serta daerah masing masing. Untuk mengetahui harga terbarunya maka anda bisa menuju gerai toko laptop terdekat di kota anda

Jeruk Nipis Buat Menghilangkan Bekas Jerawat

Jeruk Nipis Buat Menghilangkan Bekas Jerawat - Banyak cara untuk menghilangkan bekas jerawat yang akan kita bahas nanatinya. Namun, jangan melakukan semua hal secara bersamaan. Anda hanya pilih salah satu cara dan melihat hasil yang lebih maksimal. Artikel sebelumnya kita sudah membahas bagaimana cara Menghilangkan Bekas jerawat dengan Buah Tomat. Yang menjadi bahan pertanyaan saat ini adalah, Apa Hasil yang anda dapatkan dari cara tersebut? Jika anda merasa tidak puas dengan cara yang kami berikan, anda bisa mencoba hal ini kembali.

Menghilangkan bekas jerawat dengan Buah jeruk dimana, jeruk yang kami maksud adalah Jerus Nipis. Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, memiliki rasa asam dan agak pahit,agak serupa rasanya dengan lemon.Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto.
Baca Juga Tips Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Alami
Jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C lebih banyak dibandingkan jenis jeruk lainnya. Selain digunakan untuk penyedap makanan jeruk nipis bisa menyembuhkan berbagai penyakit banyak antara lain: 
  1. Ambeien 
  2. Amandel 
  3. Anyang-anyangan 
  4. Batuk 
  5. Batuk disertai influenza 
  6. Bau badan 
  7. Batu ginjal 
  8. Difteri 
  9. Demam 
  10. Haid tidak teratur 
  11. Jerawat 
  12. Radang tenggorokan 
  13. Tekanan darah tinggi 
  14. Sakit gigi 
  15. Pegel Linu 
  16. Terkilir 

Jeruk Nipis Buat Menghilangkan Bekas Jerawat
Jeruk Nipis Buat Jerawat
Jeruk nipis juga bermanfaat untuk kecantikan, antara lain: menghilangkan jerawat, membuat kuku cemerlang, membuat rambut halus, lembut dan berkilau, dan dapat menghilangkan ketombe. Jeruk nipis memiliki banyak manfaat khususnya untuk kesehatan dan kecantikan wajah. Kandungan jeruk nipis mampu membersihkan sel-sel kulit mati serta mengurangi kadar minyak pada wajah. Tidak heran jeruk nipis bisa membantu menghilangkan jerawat beserta bekasnya. Bagaimana cara menggunakannya?

Cara pakai:
  1. Peras 1 atau 2 buah jeruk nipis
  2. Oleskan air perasan tersebut pada wajah terutama pada bagian yang banyak bekas jerawatnya
  3. Biarkan selama 15 menit sampai atau sampai mengering
  4. Bilas wajah dengan air bersih
  5. Lalukan 2 – 3 kali dalam seminggu
Semoga cara ini bisa memberikan hasil yang maksimal seperti yang anda harapkan juga tentunya. Kami akan lanjutkan artikel lain tentang bagaimana Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Alami. Ikuti kami terus di Contoh & Fungsi seputar Kesehatan Wajah. Terima Kasih

Buah Tomat Menghilangkan Bekas Jerawat

Siapa yang tidak kenal dengan "Jerawat" apalagi buah Tomat?, hampir semua kalangan mengenal namanya jerawat dan tomat. Apa itu jerawat? Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang.Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. 

Banyak diantara kita yang bersusah payah untuk menghilangkan penyakit ini termasuk jerawat yang membandel. Banyak cara alami untuk menghilangkan jerawat tersebut yang nantinya akan kita bahas tentang bahan apa saja yang akan digunakan untuk membasmi masalah ini.
Buah Tomat Menghilangkan Bekas Jerawat
Buah Tomat Segar

Buah Tomat...! ya... Buah tomat dapat menghilangkan bekas jerawat. Bebarapa Tips untuk menghilangkan jerawat juga bekas jerawat dengan buah tomat akan kita bahas di bawah ini.

Tomat atau dengan basa latinya Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl.
Buah Tomat Menghilangkan Bekas Jerawat
Buah Tomat digunakan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Tomat kaya akan Vitamin A dan Vitamin C yang dapat menyehatkan kulit dan menghilangkan jerawat dan bekasnya, baik yang baru timbul maupun sudah meradang. Berikut ini adalah cara menggunakan Buah Tomat untuk Menghilangkan Bekas Jerawat :

Cara pakai:
  • Potong tomat yang sudah dibersihkan menjadi beberapa bagian
  • Letakan potongan tersebut di bagian wajah yang ada bekas jerawatnya
  • Biarkan selama 20-30 menit
  • Bilas wajah dengan air bersih
  • Lakukan 2 – 3 kali dalam seminggu
Lakukan dengan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dapatkan Artikel dan cara lain untuk menghilangkan bekas jerawat di blog ini dengan label "Jerawat".

Pengembangan Desa Wisata

Pengembangan Desa Wisata
Pengembangan Desa Wisata - Desa wisata dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah pedesaan yang memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas, baik berupa karakter fisik lingkungan alam pedesaan dan kehidupan sosial budaya masyarakat, yang dikelola dan dikemas secara menarik dan alami dengan pengembangan fasilitas pendukung wisatanya. Selanjutnya desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Nuryanti, 1993).

Menurut Julisetiono (2007), Konsep Desa Wisata, meliputi: (a) berawal dari masyarakat, (b) memiliki muatan lokal, (c) memiliki komitmen bersama masyarakat, (d) memiliki kelembagaan, (e) adanya keterlibatan anggota masyarakat, (f) adanya pendampingan dan pembinaan, (g) adanya motivasi, (h) adanya kemitraan, (i) adanya forum Komunikasi, dan (j) adanya studi orientasi.

Pola pengembangan desa wisata diharapkan memuat prinsip-prinsip sebagai berikut (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 2001):
Baca Juga :
Suksesnya Pembangunan Wisata Desa
a). Tidak bertentangan dengan adat istiadat atau budaya masyarakat
Suatu desa yang tata cara dan ada istiadatnya masih mendominasi pola kehidupan masyarakatnya, dalam pengembangannya sebagai atraksi wisata harus disesuaikan dengan tata cara yang berlaku di desanya.

b). Pembangunan fisik untuk meningkatkan kualitas lingkungan desa
Pengembangan pariwisata di suatu desa pada hakekatnya tidak merubah apa yang sudah ada di desa tersebut, tetapi lebih kepada upaya merubah apa yang ada di desa dan kemudian mengemasnya sedemikian rupa sehingga menarik untuk dijadikan atraksi wisata. Pembangunan fisik yang dilakukan dalam rangka pengembangan desa seperti penambahan sarana jalan setapak, penyediaan MCK, penyediaan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi lebih ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang ada sehingga desa tersebut dapat dikunjungi dan dinikmati wisatawan.

c). Memperhatikan unsur kelokalan dan keaslian
Arsitektur bangunan, pola lansekap serta material yang digunakan dalam pembangunan haruslah menonjolkan ciri khas desa, mencerminkan kelokalan dan keaslian wilayah setempat.

d). Memberdayakan masyarakat desa wisata
Unsur penting dalam pengembangan desa wisata adalah keterlibatan masyarakat desa dalam setiap aspek wisata yang ada di desa tersebut. Pengembangan desa wisata sebagai pengejawantahan dari konsep Pariwisata Inti Rakyat mengandung arti bahwa masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan pariwisata. Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk pemberian jasa dan pelayanan yang hasilnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat diluar aktifitas mereka sehari-hari.

e). Memperhatikan daya dukung dan berwawasan lingkungan
Prinsip-prinsip pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) harus mendasari pengembangan desa wisata. Pengembangan yang melampaui daya dukung akan menimbulkan dampak yang besar tidak hanya pada lingkungan alam tetapi juga pada kehidupan sosial budaya masyarakat yang pada akhirnya akan mengurangi daya tarik desa tersebut. Beberapa bentuk keterlibatan masyarakat tersebut adalah penyediaan fasilitas akomodasi berupa rumah-rumah penduduk (home stay), penyediaan kebutuhan konsumsi wisatawan, pemandu wisata, penyediaan transportasi lokal, pertunjukan kesenian, dan lain-lain.

Pengembangan desa wisata merupakan bagian dari penyelenggaraan pariwisata yang terkait langsung dengan jasa pelayanan, yang membutuhkan kerjasama dengan berbagai komponen penyelenggara pariwisata yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pada level birokrasi yang selama ini dilakukan pemerintah daerah seharusnya menindaklanjuti dengan adanya kejelasan regulasi terkait dengan pengembangan desa wisata dan usulan penetapan forum komunikasi desa wisata sebagai wadah koordinasi dan menjembatani hubungan antara masyarakat, lembaga desa wisata, perguruan tinggi, dan dunia usaha/swasta. Instansi terkait khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu lebih mengintensifkan pembinaan secara berkala setiap bulan sekali dan memfasilitasi pertemuan bagi forum komunikasi desa wisata agar benar-benar dapat memberikan manfaat dalam rangka koordinasi bersama dan ajang berbagi pengalaman dari masing-masing desa wisatanya.

Pada level Dunia Usaha/Swasta, keterlibatan masyarakat khususnya generasi muda dalam kegiatan yang bersifat teknis, seperti menjadi instruktur atau pemandu kegiatan outbound perlu mendapat perhatian yang serius. Investor sebaiknya tidak hanya bergerak sebatas menanamkan modal dalam pengembangan infrastruktur pariwisata tapi perlu bekerjasama dengan masyarakat dalam rangka penguatan modal usaha mereka guna mendukung kegiatan investasi pariwisata.

Pada level masyarakat, partisipasi aktif merupakan elemen penting dalam perumusan rencana pembangunan agar mampu meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkan rasa ikut bertanggung jawab terhadap hasil pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, pengembangan desa wisata sebagai produk wisata baru sangat dipengaruhi oleh aspek kelembagaan, objek dan daya tarik wisata, serta sarana prasarana wisata. Hal ini disebabkan ketiga aspek pengembangan desa wisata tersebut memiliki peranan penting dalam meningkatkan pelayanan dan kualitas produk wisata.

Suksesnya Pembangunan Wisata Desa

Suksesnya Pembangunan Wisata Desa
Suksesnya Pembangunan Wisata Desa - “Desa wisata” biasanya berupa kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus yang layak untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Di luar faktor-faktor tersebut, sumberdaya alam alam dan lingkungan alam yang masih asli dan terjaga merupakan salah satu faktor penting dari sebuah kawasan desa wisata.

Selain berbagai keunikan tersebut, kawasan desa wisata juga dipersyaratkan memiliki berbagai fasilitas untuk menunjangnya sebagai kawasan tujuan wisata. Berbagai fasilitas ini akan memudahkan para pengunjung desa wisata dalam melakukan kegiatan wisata. Fasilitas-fasilitas yang seyogyanya ada di suatu kawasan desa wisata antara lain: sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan akomodasi. Khusus untuk sarana akomodasi, desa wisata dapat menyediakan sarana penginapan berupa pondok-pondok wisata (home stay) sehingga para pengunjung dapat merasakan suasana pedesaan yang masih asli.

Desa Wisata merupakan "Suatu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkannya berbagai komponen kepariwisataan, misalnya : atraksi, akomodasi, makanan-minuman, cindera-mata, dan kebutuhan wisata lainnya.

Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. ( Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press).

Penetapan suatu desa dijadikan sebagai desa wisata harus memenuhi persyaratan-persyaratan, antara lain sebagai berikut :
  1. Aksesbilitasnya baik, sehingga mudah dikunjungi wisatawan dengan menggunakan berbagai jenis alat transportasi.
  2. Memiliki obyek-obyek menarik berupa alam, seni budaya, legenda, makanan local, dan sebagainya untuk dikembangkan sebagai obyek wisata.
  3. Masyarakat dan aparat desanya menerima dan memberikan dukungan yang tinggi terhadap desa wisata serta para wisatawan yang datang ke desanya.
  4. Keamanan di desa tersebut terjamin.
  5. Tersedia akomodasi, telekomunikasi, dan tenaga kerja yang memadai.
  6. Beriklim sejuk atau dingin.
  7. Berhubungan dengan obyek wisata lain yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.
Pembangunan desa wisata mempunyai manfaat ganda di bidang ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Manfaat ganda dari pembangunan desa wisata, adalah:
  • Ekonomi : Meningkatkan perekonomian nasional, regional, dan masyarakat lokal.
  • Sosial : Membuka lapangan kerja dan lapangan berusaha bagi masyarakat di desa.
  • Politik :
  • Internasional : Menjembatani perdamaian antar bangsa di dunia.
  • Nasional : Memperkokoh persatuan bangsa, mengatasi disintegrasi
  • Pendidikan : Memperluas wawasan dan cara berfikir orang-orang desa, mendidik cara hidup bersih dan sehat.
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) : Meningkatkan ilmu dan teknologi bidang kepariwisataan.
  • Sosial budaya : Menggali dan mengembangkan kesenian serta kebudayaan asli daerah yang hampir punah untuk dilestarikan kembali.
  • Lingkungan : Menggugah sadar lingkungan (Darling), yaitu menyadarkan masyarakat akan arti pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan bagi kehidupan manusia kini dan di masa datang.
Untuk suksesnya pembangunan desa wisata, perlu ditempuh upaya-upaya, sebagai berikut :

1. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)
Pelaksanaan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), bisa dilakukan melalui pendidikan, pelatihan dan keikutsertaan dalam seminar, diskusi, dan lain sebagainya, serta di bidang-bidang kepariwisataan. Pendidikan diperlukan untuk tenaga-tenaga yang akan dipekerjakan dalam kegiatan manajerial. Untuk itu, sebaiknya ditugaskan generasi muda dari desa yang bersangkutan untuk dididik pada sekolah-sekolah kepariwisataan, sedangkan pelatihan diberikan kepada mereka yang akan diberi tugas menerima dan melayani wisatawan. Keikutsertaan dalam seminar, diskusi, dan lain sebagainya diberikan kepada para petugas kepariwisataan di desa, kecamatan, dan kabupaten, karena penduduk desa umumnya hanya mempunyai keterampilan bertani. Kepada mereka dapat diberikan pelatihan keterampilan lain untuk menambah kegiatan usaha seperti kerajinan, industri rumah tangga, pembuatan makanan lokal, budi daya jamur, cacing, menjahit, dan lain sebagainya.

2. Kemitraan
Pola kemitraan atau kerjasama dapat saling menguntungkan antara pihak pengelola desa wisata dengan para pengusaha pariwisata di kota atau pihak Pembina desa wisata dalam hal ini pihak dinas pariwisata daerah. Bidang-bidang usaha yang bisa dikerjasamakan, antara lain seperti : bidang akomodasi, perjalanan, promosi, pelatihan, dan lain-lain.

3. Kegiatan Pemerintahan di Desa
Kegiatan dalam rangka desa wisata yang dilakukan oleh pemerintah desa, antara lain seperti : Rapat-rapat dinas, pameran pembangunan, dan upacara-upacara hari-hari besar diselenggarakan di desa wisata.

4. Promosi
Desa wisata harus sering dipromosikan melalui berbagai media, oleh karena itu desa atau kabupaten harus sering mengundang wartawan dari media cetak maupun elektronik untuk kegiatan hal tersebut.

5. Festival / Pertandingan
Secara rutin di desa wisata perlu diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang bias menarik wisatawan atau penduduk desa lain untuk mengunjungi desa wisata tersebut, misalnya mengadakan festival kesenian, pertandingan olah raga, dan lain sebagainya.

6. Membina Organisasi Warga
Penduduk desa biasanya banyak yang merantau di tempat lain. Mereka akan pulang ke desa kelahirannya pada saat lebaran Idul Fitri, yang dikenal dengan istilah “mudik”. Mereka juga bisa diorganisir dan dibina untuk memajukan desa wisata mereka. Sebagai contoh di Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat telah berkembang organisasi kemasyarakatan atau disebut “warga”, yaitu ikatan keluarga dari dari satu keturunan yang hidup terpencar, mereka tersebut bertujuan ingin mengeratkan kembali tali persaudaraan diantara keturunan mereka. Pada setiap hari raya Idul Fitri mereka berkumpul secara bergiliran saling ketemu sambil mengenalkan anak cucu mereka, kemudian mereka membentuk suatu organisasi. Badan organisasi dinamakan koperasi keluarga, mereka yang sukses membantu keluarga yang kurang mampu. Fenomena kemasyarakat semacam ini perlu didorong dan dikembangkan untuk memajukan desa wisata.

7. Kerjasama dengan Universitas.
Universitas-Universitas di Indonesia mensyaratkan melakukan Kuliah Kerja Praktek Lapangan (KKPL) bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya, sehubungan dengan itu sebaiknya dijalin atau diadakan kerjasama antara desa wisata dengan Universitas yang ada, agar bisa memberikan masukan dan peluang bagi kegiatan di desa wisata untuk meningkatkan pembangunan desa wisata tersebut.

Untuk memperkaya Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) di suatu desa wisata, dapat dibangun berbagai fasilitas dan kegiatan sebagai berikut :

  1. Eco-lodge : Renovasi homestay agar memenuhi persyaratan akomodasi wisatawan, atau membangun guest house berupa, bamboo house, traditional house, log house, dan lain sebagainya.
  2. Eco-recreation : Kegiatan pertanian, pertunjukan kesenian lokal, memancing ikan di kolam, jalan-jalan di desa (hiking), biking di desa dan lain sebagainya.
  3. Eco-education: Mendidik wisatawan mengenai pendidikan lingkunagn dan memperkenalkan flora dan fauna yang ada di desa yang bersangkutan.
  4. Eco-research : Meneliti flora dan fauna yang ada di desa, dan mengembangkan produk yang dihasilkan di desa, serta meneliti keadaan sosial ekonomi dan budaya masyarakat di desa tersebut, dan sebbagainya.
  5. Eco-energy : Membangun sumber energi tenaga surya atau tenaga air untuk Eco-lodge.
  6. Eco-development : Menanam jenis-jenis pohon yang buahnya untuk makanan burung atau binatang liar, tanaman hias, tanaman obat, dll, agar bertambah populasinya.
  7. Eco-promotion : Promosi lewat media cetak atau elektronik, dengan mengundang wartawan untuk meliput mempromosikan kegiatan desa wisata.

Macam Anomali Pasar Modal

Macam Anomali Pasar Modal
Jenis- Jenis Anomali Pasar Modal - Meskipun hipotesis pasar efisien telah menjadi konsep yang dapat diterima di bidang keuangan, namun pada kenyataannya beberapa penelitian menunjukkan adanya kejadian yang bertentangan yang disebut anomali pasar.

Menurut Jones (1996) dalam Kusumawardhani (2001) anomali pasar adalah teknik-teknik atau strategi-strategi yang berlawanan atau bertentangan dengan konsep pasar modal yang efisien dan penyebab kejadian tersebut tidak dapat dijelaskan dengan mudah. Beberapa anomali yang terdapat di pasar modal antara lain :

1. Price earning (P/E) effect adalah anomali dimana saham dengan P/E rendah menunjukkan risk adjusted return yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang memiliki P/E tinggi.

2. Size effect adalah anomali dimana risk adjusted return dari perusahaan ukuran kecil lebih tinggi dari perusahaan dengan ukuran besar .

3. January effect merupakan anomali pasar yang menyatakan bahwa return saham saham di bulan Januari cenderung lebih tinggi dibanding bulan-bulan yang lalu.

Baca Juga Pasa Modal lainnya
4. Neglected firm effect, merupakan suatu kecenderungan bahwa investasi pasar saham pada perusahaan yang kurang dikenal dapat memberi tingkat keuntungan abnormal, karena perusahaan kecil cenderung diabaikan oleh investor besar maka informasi mengenai perusahaan ini cenderung tidak tersedia. Kurangnya informasi tersebut membuat perusahaan kecil menjadi lebih berisiko sehingga menimbulkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi.

5. Reversal effect adalah efek pembalikan rata-rata return yang merupakan sebutan lain untuk anomali winnerloser yaitu kecenderungan saham yang memiliki kinerja buruk (loser) akan berbalik menjadi saham yang memiliki kinerja baik (winner) pada periode berikutnya dan begitu juga sebaliknya.

Pengertian Pasar Modal.  Seperti halnya pasar pada umumnya, pasar modal merupakan tempat bertemu antara penjual dan pembeli. Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi.

Saham merupakan bukti kepemilikan sebagian dari perusahaan. Sedangkan obligasi adalah suatu kontrak yang mengharuskan peminjam untuk membayar kembali pokok pinjaman ditambah dengan bunga dalam kurun waktu tertentu yang sudah disepakati (Hartono, 2009).