Ads 468x60px

Pages

Saturday, November 22, 2014

Contoh Latar Belakang Praktek Kerja Industri

PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh semua sekolah kejuruan khususnya tingkat SMK, untuk mengenalkan pada setiap siswanya bagaimana rasanya, caranya mengenal dunia luar (dunia usaha) dan juga untuk menambah pengalaman khususnya Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Medan. 

Dimana selama ini siswa/i yang melakukan pembelajaran praktek-praktek dengan skala yang kecil, hal itu membuat siswa/i merasa bosan dengan itu saja yang mereka lihat dan lakukan setiap harinya. Untuk mengatasi hal itulah maka sekolah menengah kejuruan Negeri 3 Medan mengadakan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) atau yang selama ini dikenal dengan PKL, (Praktek Kerja Lapangan). Dengan diadakannya program seperti ini dapat membuat siswa/i yang dididik akan merasa senang dan juga menambah pengetahuan mereka. 

Selain mereka dapat mengasah kemampuan yang mereka pelajari selama ini di sekolah, mereka juga dapat mengenal dunia usaha atau lembaga di tempat mereka magang. Semoga dengan diadakannya program ini pendidikan di negara kita akan semakin maju dan berkembang khususnya dibidang sekolah kejuruan.

Contoh Penyusunan Makalah Yang baik dan Benar

Dalam penyusunan makalah yang baik dan benar seharusnya Anda mengikuti susunana makalag yang baik dan benar seperti di bawah ini :

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN DAFTAR ISI
HALAMAN GAMBAR/GRAFIK (JIKA ADA)

BAB I : PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Berisi tentang alasan pemilihan tema dalam pembuatan paper/makalah.
1.2. TUJUAN
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dengan pembuatan makalah/paper.
1.3. RUANG LINGKUP MATERI
Berisi tentang ilmu atau teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dalam makalah/paper.

BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI
Berisi tentang pembahasan dan penelitian tentang ilmu ataupun teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli berkaitan dengan tema makalah/paper yang dipilih. Materi yang dibahas secara teoritis dikaitkan dengan aplikasi praktis teori/ilmu tersebut dalam kenyataan kehidupan keseharian.

Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli jangan lupa mencantumkan nama, tahun atau buku yang pernah memuat teori tersebut. Sehingga sumber/nara sumbernya jelas dan tidak diragukan. Kalau membuat kutipan harap mencantumkan pula halaman di mana kutipan tersebut diambil.

BAB III : PEMBAHASAN
Berisi tentang data yang diperoleh di lapangan/kenyataan dan dikaitkan dengan ilmu atau teori yang sudah ada. Jika ada kesesuaian dibahas lebih lanjut dan dapat pula dimasukkan pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide.

Jika memang ditemukan ketidaksesuaian antara teori atau ilmu yang sudah ada dengan kenyataan di lapangan, hal ini juga perlu dibahas untuk melihat mengapa hal ini dapat terjadi.Dapat pula dimasukkan pendapat pribadi berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide sehingga antara kenyataan dengan ilmu yang ada, baik yang ada hubungannya maupun tidak, dapat dijelaskan dengan baik dan rinci.

BAB IV : PENUTUP

4.1. KESIMPULAN
Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.

4.2. USUL DAN SARAN
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.

DAFTAR PUSTAKA
Berisi seluruh sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah/paper. Daftar pustaka berupa buku, surat kabar, majalah, informasi dari situs internet dan lain-lain. Penulisannya secara lengkap dan mengikuti kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

LAMPIRAN
Berisi seluruh gambar/foto ataupun grafik atau juga data yang mendukung dalam pembuatan makalah.


Font: New Times Roman
Size: 12 pt
Spasi: 1.5
Kertas: F4
Jumlah Halaman: minimal 25 halaman (isi) tidak termasuk daftar isi, kt pengantar, dsb.

Tuesday, November 11, 2014

Masa Depan/ Proyeksi, Konflik dan Solusi, Referendum

Masa Depan/ Proyeksi, Konflik dan Solusi,  Referendum
A. Masa Depan/ Proyeksi
Konsep Masa Depan/ Proyeksi merupakan sebuah peramalan akan kemungkinan beberapa kejadian yang terjadi di masa yang akan mendatang. Dalam meramalkan kemungkinan kejadian yang akan terjadi, akan berpatokan pada berbagai dinamika yang dialami oleh sebuah negara di masa lalu. Sistem pemerintahan, konflik internal, perang saudara, kebijakan negara, merupakan beberapa hal yang akan dijadikan konsiderasi dalam peramalan masa depan sebuah negara.

Dinamika yang terjadi dalam sebuah negara merefleksikan bagaimana negara tersebut secara umum. Negara yang di masa lalu telah mengalami begitu banyak perang saudara, merefleksikan bagaimana negara tersebut mengalami konflik internal, yang berdasarkan pada kebijakan radikal sebuah pemerintahan yang melakukan diskriminasi kelompok etnis, sampai kepada minoritas pemeluk sebuah agama. Berangkat dari hal tersebut, tentunya peramalan negara yang bersangkutan tidak akan lepas dengan kemungkinan terjadinya perang saudara di masa yang akan mendatang.

Seringkali konsep ini digunakan dalam menganalisa kemungkinan kebijakan dalam dan luar negeri sebuah negara. Dimana sebuah negara yang telah gagal dalam menyediakan mekanisme proliferasi ekonomi dalam negeri, akan menerapkan sebuah mekanisme baru. Sebab apabila mekanisme yang sama diterapkan, negara tersebut akan mengalami kesalahan yang sama dalam keputusan kebijakannya.

Peramalan masa depan merupakan esensi dalam ilmu hubungan internasional, sebab melalui konsep tersebut, dapat dianalisa kemungkinan interaksi yang akan muncul nantinya.

B. Konflik dan Solusi

Perbedaan sosio-kultural, politik dan ideologi antara berbagai kelompok masyarakat merupakan sebuah situasi yang sering terjadi. Akibat dari perbedaan tersebut, akan menghasilkan Sebuah konflik, yaitu pertikaian dan perselisihan diantara kedua pihak. [1] Konflik seringkali akan merujuk pada permusuhan antara dua kelompok orang, yang terjadi akibat perbedaan tujuan yang masing kelompok miliki.

Penyebab konflik ada beragam, salah satu penyebabnya disebabkan oleh struktur kekuasaan yang timpang dan tidak adil. Penyebab tersebut bisa terjadi di tingkatan antar negara (kepentingan nasional sebuah negara terganggu oleh kepentingan nasional negara lainnya), ataupun dalam tingkatan domestik negara. Pada saat sebuah pemerintahan memberlakukan kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan/ aspirasi dari masyarakat, sebuah konflik kepentingan akan terjadi. Antar beberapa kelompok masyarakat sering terjadi hal yang serupa, dimana kelompok-kelompok masyarakat tersebut berupaya meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan mengorbankan kelompok lainnya.

Menganalisa sebab terjadinya konflik, perlu terlebih dahulu mengetahui perspektif dan ideologi dari setiap aktor yang ikut serta dalam konflik tersebut. Melalui ideologi dan perspektif kelompok, diketahui latar belakang dan motif. Menganalisa dari perspektif kelompok secara langsung akan memberikan generalisasi dari identitas kelompok tersebut (berdasarkan jenis kelamin, suku, warna kulit, bahasa). Masyarakat yang berada dalam konflik satu sama lain merupakan refleksi disiintegrasi negara.

Terdapat 3 pendekatan dasar terhadap konflik itu sendiri. Posisi Menang/kalah, dimana pendirian dasar dari kedua belah pihak didasarkanpada tekanan untuk memenangkan posisi mereka dengan pengorbanan apapun. Posisi Negosiasi merefleksikan bagaimana kedua pihak bersedia untuk berkompromisasi sehingga keduanya mengakhiri dengan rasa agak puas serta mampu menanggung rasa kekalahan yang mereka terima. Posisi Menang sebagai pendekatan terakhir, merupakan refleksi kedua belah pihak yang menyelesaikan masalah secara bersama.

Penyelesaian konflik tersebut menurut William Hendrick ada 5 cara.[2] Pertama adalah gaya penyelesaian dengan mempersatukan, dimana individu yang terlibat konflik akan mengamati perbedaan dan mencari solusi yang dapat diterima oleh semua kelompok. Kedua adalah gaya penyelesaian dengan kerelaan untuk membantu, dimana adanya kerelaan membantu menempatkan nilai yang tertinggi untuk orang lain sementara dirinya dinilai rendah. Ketiga adalah gaya penyelesaian konflik dengan mendominasi, dimana kewajiban bisa diabaikan oleh keinginan pribadi dan meremehkan orang lain. Keempat adalah gaya penyelesaian konflik dengan menghindar, yaitu menghindar dari persoalan. Penyelesaian konflik secara kompromis merupakan gaya terakhir, yang berlaku apabila adanya keseimbangan kekuatan, untuk mencari jalan keluar melalui pemberian sesuatu hal.

C. Referendum
Demokrasi berarti rakyat berkuasa atau government by the people. [3] Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Negara yang menganut sistem demokrasi, sangat menghargai dan mengapresiasi suara yang berasal dari rakyat. Rakyat diberikan fasilitas dalam menyuarakan aspirasinya, diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam penentuan berbagai kebijakan (melalui perwakilan rakyat), serta dianjurkan untuk ikut serta dalam pemilihan umum, yang nantinya akan memberikan posisi presiden kepada orang yang telah dipercaya oleh rakyat itu sendiri.

Referendum merupakan salah satu bentuk demokrasi dalam sebuah negara. Referendum merupakan pemberian hak kepada rakyat, untuk memilih solusi dalam penyelesaian sebuah perkara domestik. Perbedaan dengan pemilihan umum adalah, pemilihan umum secara umum bertujuan untuk memilih perwakilan rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat, Presiden), sedangkan dalam referendum, memungut suara demi mencari solusi yang diinginkan oleh rakyat dalam penyelesaian sebuah perkara.

Rakyat diberikan pilihan ‘iya’ atau ‘tidak’ mengenai sebuah proposal, yang nantinya akan menentukan kebijakan apa yang rakyat merasa butuh untuk dilaksanakan oleh negara yang bersangkutan. Persyaratan yang dibutuhkan agar bisa memilih dalam sebuah referendum itu sama dengan persyaratan yang diaplikasikan dalam pemilihan umum. Diantaranya, merupakan warga negara tempat referendum berlangsung, serta berumur minimal 18 tahun (umur relatif pada negara yang menjadi obyek). [4]

Hak untuk melaksanakan sebuah referendum telah diakui oleh hukum internasional. Dimana hak melaksanakan referendum merupakan bagian dari kedaulatan negara. Sebuah negara yang belum merdeka juga punya hak untuk mengadakan referendum dalam negaranya, dan tidak ada konstitusi domestik yang dapat menghapus hak referendum tersebut. [5] Sebab referendum berkaitan dengan hak partisipasi politik rakyat, dalam menentukan arah kebijakan di masa yang akan mendatang.

Demokrasi mengutamakan suara rakyat, sehingga sangat penting sebuah negara melaksanakan referendum. Berkurangnya reputasi, serta kepercayaan rakyat akan sebuah pemerintahan biasa dilatar belakangi oleh kesalahan pemerintah dalam menyikapi sebuah kasus domestik yang sedang dialami negara tersebut menjadi salah satu alasan negara mengadakan referendum. Perubahan yang tidak signifikan juga melatar belakangi diadakannya sebuah referendum.

Rakyat dipercayakan untuk memberikan suaranya sebab dalam menghadapi sebuah masalah domestik, entah itu perubahan konstitusi, hukum, ataupun kebijakan, rakyat adalah aktor yang akan mendapatkan pengaruh paling besar dalam kebijakan tersebut. Mekanisme referendum efektif dalam menyuarakan apa aspirasi rakyat yang sesungguhnya, sebab pemilihan ini akan langsung diberikan kepada rakyat, tanpa ada mekanisme perwakilan yang mendahului proses referendum tersebut.

Pengawasan proses referendum akan bergantung pada negara yang menjalani proses tersebut. Di berbagai negara dunia ketiga yang telah mengadakan referendum, diamati oleh berbagai organisasi regional, dan international. Untuk memastikan bahwa suara tersebut murni dari rakyat, dan benar-benara berasal dari aspirasi mereka mengenai perkara yang sedang dihadapi negara.


[1] Sukanta AS, Konflik tak berujung, Jakarta: PT.Mizan Publika, 2007, h.21.
[2] Sukanta AS, Konflik tak berujung, Jakarta: PT.Mizan Publika, 2007, h.22.
[3] Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu politik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008, h.32.
[4] The electoral Commission, Local elections and referendum: UK, 2011, h.7.
[5] Referendum is a matter of international law. http://www.taipeitimes.com/News/editorials/archives/2004/02/15/2003098856. diakses tanggal 6 Juli 2011

Thursday, November 6, 2014

Ukuran Penilaian Kinerja Pegawai

Adapun ukuran penilaian kinerja pegawai pada suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja secara kuantitatif (Mulyadi, 2001) adalah sebagai berikut: 

1. Ukuran Kinerja Tunggal 
Adalah ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran penilaian terhadap kinerja seseorang. Dalam hal ini, pegawai dan manajemen cenderung memusatkan usahanya pada kriteria tersebut dan mengabaikan kriteria lainnya. 

2. Ukuran Kinerja Beragam 
Adalah ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran untuk menilai kinerja. Ukuran kinerja beragam merupakan cara untuk mengatasi kelemahan kriteria kinerja tunggal. Berbagai aspek kinerja pegawai dicari ukuran kriterianya sehingga pegawai diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria. 

3. Ukuran Kinerja Gabungan 
Dengan adanya kesadaran beberapa kriteria lebih penting bagi perusahaan secara keseluruhan dibandingkan dengan tujuan lain, maka perusahaan melakukan pembobotan terhadap ukuran kinerja pegawainya.

Pengertian Kinerja Pegawai

Kinerja adalah penentuan secara periodik efektifitas operasional organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi dan J. Setyawan, Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen: Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan : 2001). Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi organisasi. Pengukuran tersebut antara lain dapat dipergunakan untuk menilai keberhasilan organisasi dan dapat digunakan sebagai dasar menyusun sistem imbalan atau sebagai dasar penyusunan strategi perusahaan atau organisasi (Cahyono, Pengukuran Kinerja Balanced Scorecard untuk Organisasi Sektor Publik : 2000). 

Untuk menilai kinerja yang dicapai maka diperlukan penilaian kinerja. Kata penilaian sering diartikan dengan kata assessment. Sedangkan kinerja pegawai merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh seorang pegawai dalam suatu perusahaan dalam dan periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Dengan demikian penilaian kinerja pegawai mengandung makna suatu proses atau sistem penilaian mengenai pelaksanaan kemampuan kerja seorang pegawai berdasarkan standar tertentu (Kaplan dan Norton, 1996; Lingle dan Schiemann, 1996; Brandon & Drtina, The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action, 1997). 

Sistem penilaian kinerja merupakan suatu mekanisme yang memperbaiki kemungkinan untuk perusahaan agar strategi yang dijalankan dapat berhasil (Anthony dan Govindarajan, 2003). Menurut Hansen dan Mowen (1995), ada yang membedakan pengukuran kinerja secara tradisional dan kontemporer. Pengukuran kinerja tradisional dilakukan dengan membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan atau biaya standar sesuai dengan karakteristik pertanggungjawabannya. Pengukuran kinerja kontemporer menggunakan aktivitas sebagai pondasinya. 

Ukuran kinerja dirancang untuk menilai seberapa baik aktivitas dilakukan dan dapat mengidentifikasi apakah telah dilakukan perbaikan yang berkesinambungan. Tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi personel dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan oleh organisasi. Penilaian kinerja digunakan untuk menekan perilaku yang tidak semestinya (disfunctional behaviour) dan untuk mendorong perilaku yang semestinya diinginkan melalui umpan balik hasil kinerja pada waktunya serta imbalan balik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik (Mulyadi, 2001).

Pengertian Pegawai

Pengertian Pegawai - Menurut Soedaryono dalam bukunya (Tata Laksana Kantor, 2000 : 6) pengertian pegawai adalah “seseorang yang melakukan penghidupannya dengan bekerja dalam kesatuan organisasi, baik kesatuan kerja pemerintah maupun kesatuan kerja swasta”. 

Dan menurut Robbins (Perilaku Organisasi, Edisi 10 : 2006) pengertian pegawai adalah “orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja, baik sebagai pegawai tetap atau tidak, berdasarkan kesepakatan kerja baik tertulis maupun tidak tertulis, untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan atau kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh pemberi kerja”. 

Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pegawai adalah seseorang yang bekerja pada suatu kesatuan organisasi, baik sebagai pegawai tetap maupun tidak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya”.

Tuesday, November 4, 2014

Penetapan Harga dengan Metode Praktis

Penetapan Harga dengan Metode Praktis - Penetapan harga barang dan jasa yang efisien sering merupakan masalah yang sulit bagi sebuah perusahaan. Penetapan ini didasarkan pada biaya, persaingan, permintaan dan laba, tetapi kombinasi optimal dari faktor-faktor tersebut berbeda sesuai dengan sifat produknya, pasarnya, dan tujuan perusahaan.Teknik yang sering dipakai dalam penetapan harga adalah :

1. Penetapan Harga Mark-up (Mark up Pricing)
Mark up merupakan jumlah rupiah yang ditambahkan pada biaya dari suatu produk untuk menghasilkan harga jual.

Jadi mark-up tersebut dipakai untuk menutup biaya overhead dan laba bagi perusahaan. Biasanya mark-up ini ditentukan dengan persentase dari biaya produk atau harga jualnya. Biasanya para pedagang besar dan pengecer lebih banyak menentukan mark-up nya berdasarkan harga jual, sedangkan produsen menentukan mark-up nya berdasarkan biaya.
Harga Jual = Biaya Produk + Mark Up
Harga Jual = Biaya Produk + (% x Biaya Produk)
Harga Jual = Biaya
(1 - % Mark up)
Kotler menyatakan bahwa salah satu alasan menggunakan mark up pricing adalah karena kurangnya ketidak pastian pada biaya daripada permintaan. Dengan mendasarkan pada biayanya, penetapan harga ini menjadi lebih sederhana dan penjual tidak perlu membuat penyesuaian harga terhadap permintaan.

2. Penetapan Harga Break Even (Break Even Pricing)
Dalam Break-Even Pricing dapat diketahui tentang bagaimana satu satuan produk itu dijual pada harga tertentu untuk mengembalikan dana yang tertanam dalam produk tersebut.


dan,



dimana :
TBE = titik break even
BTT = biaya tetap total
BV = biaya variabel
P = penjualan
H = harga jual per unit
BVR = biaya variabel rata-rata

Untuk meninjau break-even pricing secara lebih mendalam kita bisa mengadakan analisa tabuler. Volume break-even diperoleh dari pembagian antara biaya tetap total dengan marjin yang ada pada setiap tingkat harga.

Kemungkinan masalah yang paling serius dalam penetapan harga break-even ini adalah masalah kurangnya permintaan. Penentuan harga yang optimal sangat dipengaruhi oleh hubungan antara harga jual eceran dengan jumlah produk X yang akan dibeli oleh konsumen. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ini antara lain:
  • Faktor saingan
  • Pengalaman dalam penetapan harga.
  • Kondisi dan produk yang ditawarkan.
3. Penetapan Harga Rate of Return (Rate of Return Pricing)
Kebijaksanaan penetapan harga untuk mencapai tingkatan pengembalian investasi (rate of return on investment) merupakan kebijaksanaan yang banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar. Faktor utama untuk dapat dilaksanakannya prosedur tersebut adalah :
  • Estimasi permintaan
  • Penggunaan fasilitas
Tingkat pengembalian pada Investasi (return on investment) dapat dicari dengan rumus :
ROI = Laba x 100 %
Investasi

Adapun masalah-masalah yang dihadapi dalam rate of return pricing, adalah :

  • Pengestimasian penjualan yang dipakai untuk menentukan harga meskipun jumlah unit yang terjual itu sendiri merupakan fungsi harga.
  • Rate of return pricing ini dapat menimbulkan fluktuasi dalam keuntungan karena jumlah penghasilan yang diterima langsung dipengaruhi oleh estimasi penjualan.
4.Penetapan Harga Biaya Variabel (Variabel Cost Pricing)
Penetapan harga biaya variabel ini didasarkan pada suatu ide bahwa biaya total tidak selalu harus ditutup untuk menjalankan kegiatan bisnis yang menguntungkan. Sistem penetapan harga biaya variabel ini dapat dipakai untuk menentukan harga minimum yang dapat dikuasai.

Penetapan harga biaya variabel ini sering dijumpai dalam situasi dimana biaya tetap merupakan bagian yang besar dalam biaya total. Perusahaan angkutan kereta api dan perusahaan penerbangan adalah dua contoh industri yang memerlukan biaya tetap tinggi dan sering memakai penetapan harga biaya variable untuk meningkatkan volumenya. Sebagai contoh, mereka sering memberikan reduksi kepada anak-anak sekolah atau rombongan tertentu.

1. Penetapan Harga Beban Puncak (Peak Load Pricing)
Peak-load pricing ini dapat dipakai bila jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan sangat terbatas, dan permintaan pembeli cenderung berubah di kemudian hari. Sebagai contoh perusahaan telepon telah menggunakan kapasitas untuk melayani 97 % langganannya selama periode ramai meskipun pada akhir pecan dan malam hari sering menganggur.

Dengan peak load pricing ini, perusahaan dapat menaikkan tarif diatas biaya rata-rata selama periode permintaan tinggi dan mengurangkan pada biaya variabelnya diluar periode ramai. Tarif rendah yang dikenakan pada jam-jam /hari-hari tidak ramai kemungkinan dapat meningkatkan pendapatan dengan menarik langganan yang jarang menggunakan telepon.

Perusahaan telepon sering menggunakan peak load pricing dalam penentuan tariff untuk hubungan langsung jarak jauh

Contoh lain dari penggunaan teknik ini adalah pada pertunjukan bioskop dimana tariff yang lebih rendah dikenakan pada jam-jam siang hari (permintaan relatif sedikit). Jadi peak load pricing memiliki keuntungan, antara lain :
  • Menekan permintaan pada periode ramai
  • Meningkatkan permintaan pada periode tidak ramai
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan fasilitas yang ada.

Sunday, November 2, 2014

Windows 8.1 Terbaru dari Microsoft

Windows 8.1 Terbaru dari Microsoft - Apakah kamu baru saja menggunakan Windows 8.1? Setelah beberapa saat yang lalu Microsoft meluncurkan Windows versi terbaru yaitu Windows 8, ada kabar kalau Windows 8 akan diupdate menjadi Windows 8.1. Beberapa saat yang lalu Windows 8.1 sudah bisa kamu coba dengan mendownload Windows 8.1 Pro Preview. Untuk kamu yang baru saja menggunakan Windows 8.1 Pro Preview, kamu akan menemukan fitur baru Lock Screen Slide Show. 

Fitur Lock Screen Slide Show akan memungkinkan kamu untuk melihat tampilan Lock Screen dengan gambar Slide Show yang telah kamu pilih sebelumnya.

Hal yang paling ditunggu-tunggu akhirnya datang juga! Microsoft baru saja merilis Windows 8.1 Preview yang bisa kamu download secara gratis. Seperti yang sudah WinPoin beritakan sebelumnya, Windows 8.1 Preview bakal tersedia dalam 2 versi instalasi yaitu via Windows Store dan via file ISO. Saat ini yang sudah tersedia adalah Windows 8.1 Preview via Windows Store. Bagi kamu pengguna Windows 8 selain Windows 8 Enterprise bisa langsung mendownload Windows 8.1 Preview.
Windows 8.1 Terbaru dari Microsoft
Windows 8.1 Terbaru dari Microsoft

Berikut ini, beberapa perubahan dan penambahan fitur yang ada di Windows 8.1 

Kembalinya tombol Start 

Sebelum Windows 8 diluncurkan, para pengguna dapat dengan mudah membuka aplikasi, mencari fitur Control Panel, hingga mematikan PC. Hal tersebut disebabkan semua fitur dijejali oleh Microsoft ke dalam sebuah tombol, yaitu Start. 

Maka, tidak heran apabila pengguna lama Windows kesulitan setelah menyadari bahwa Windows 8 sudah tidak lagi hadir dengan tombol Start. Untuk melihat aplikasi yang ada, pengguna harus masuk ke tampilan Metro, sedangkan tombol menu Control Panel dan tombol Shutdown disatukan ke sebuah tempat yang dinamakan Charm Bar. 

Setelah banyak menerima keluhan terkait tombol ini, Microsoft akhirnya mengembalikan tombol "Start" tersebut ke Windows 8.1. Namun, fungsinya sedikit berbeda dibandingkan dengan OS generasi sebelumnya. Tombol "baru" ini sebenarnya hanya menampilkan Start Screen ala Metro ketika diklik. 

Tidak ingin menampilkan tampilan Metro ketika tombol ini diklik? Dengan sebuah pengaturan, pengguna dapat mengubah tampilan menjadi "All Apps" untuk mengembalikan cara kerja tombol Start tradisional. 

Pengguna pun bisa mengakses beberapa menu lain, seperti Task Manager, Control Panel, Search, dan Run. Caranya adalah dengan mengklik kanan tombol Start, secara otomatis menu-menu tersebut akan ditampilkan. 

Lock Screen yang lebih keren 

Layar Lock di Windows 8.1 tidak tampil monoton. Layar ini tampil lebih interaktif dari Windows 8. Pengguna bisa memasang slideshow foto, menerima panggilan Skype, dan mengakses kamera langsung dari layar tersebut. 

Kustomisasi secara bebas 

Microsoft mengizinkan kustomisasi yang lebih banyak ke para pengguna. Salah satu contoh kustomisasi tersebut adalah pengguna kini dapat menyamakan wallpaper tampilan desktop dan tampilan Metro. Fitur ini membuat pengguna tidak akan terlalu kebingungan apabila ingin berpindah dari desktop ke Start Screen. 

Pengguna tetap dapat mengubah ukuran kotak yang ada di tampilan Metro. Namun, caranya sedikit berbeda. Untuk mengubah dan memindahkan kotak-kotak aplikasi, pengguna harus menahannya terlebih dahulu. Hal tersebut terlihat kurang intuitif, tetapi ini dapat mencegah pergerakan atau perubahan ukuran kotak secara tidak sengaja. 

Perubahan fitur Search 

Fitur Search di Windows 8.1 hadir lebih menarik. Sistem akan mencari semua hal yang berkaitan dengan kata-kata yang ingin dicari oleh pengguna. Sistem melakukan pencarian dari hard drive yang ada di PC dan situs. Contohnya, apabila pengguna mengetik kata "Kompas", maka sistem akan mencari file yang berkaitan dengan kata tersebut di PC dan juga internet. 

Melalui fitur ini, pengguna juga bisa langsung menjalankan aplikasi. Caranya, ketikkan beberapa huruf nama software, maka akan muncul daftar hasil pencarian. Klik saja nama aplikasi yang diinginkan, maka sistem secara otomatis akan menjalankan software ini. 

Windows 8.1 bisa jalankan empat aplikasi bersamaan 

Multitasking merupakan fitur yang sudah ada di Windows sejak dulu. Microsoft meningkatkan kemampuan tersebut di Windows 8.1. Pengguna dapat menjalankan empat aplikasi sekaligus dalam sebuah layar terpisah. 

Namun, fitur ini sangat bergantung pada ukuran layar. Contohnya, apabila pengguna menggunakan layar monitor 27 inci, sistem bisa menampilkan empat aplikasi tersebut dengan sangat baik. Apabila menggunakan tablet 8 inci, sistem hanya mampu menampilkan 2 window aplikasi saja. 

Aplikasi di-"update" secara otomatis 

Aplikasi yang diunduh dari toko aplikasi Microsoft akan langsung diperbarui apabila pihak pengembang merilis versi barunya. 

"Boot" langsung ke tampilan "desktop" klasik 

Di Windows 8, saat PC boot-up, pengguna akan langsung dibawa ke tampilan Metro. Nah, di OS baru ini, pengguna bisa mengatur, pada saat boot-up, sistem membawa mereka ke tampilan desktop. 

Caranya pun cukup mudah. Di tampilan desktop, klik kanan di task bar, kemudian pilih "Go to the desktop instead of Start when I sign in".

Type Data pada Visual Basic

Type Data pada Visual Basic
a. Numeric Data
Numeric data adalah data yang terdiri dari angka yang dapat dihitung dengan standar operator perhitungan seperti tambah, kurang, kali, dan bagi. Dalam Visual Basic tipe data numeric dibagi menjadi 7 tipe. antara lain:
Tabel 2.3 Tipe Data Numeric
NamaYPE
Ukuran
RangeRANGE
Byte
1 byte
0 to 255
Integer
2 bytes
-32,768 to 32,767
Long
4 bytes
-2,147,483,648 s/d 2,147,483,648
Single
4 bytes
-3.402823E+38 s/d -1.401298E-45 untuk nilai negative
1.401298E-45 s/d 3.402823E+38 untuk nilai positive
Double
8 bytes
-1.79769313486232e+308 s/d -4.94065645841247E-324 untuk nilai negatif
4.94065645841247E-324 s/d 1.79769313486232e+308 untuk nilai positif
Currency
8 bytes
-922,337,203,685,477.5808 s/d 922,337,203,685,477.5807
Decimal
12 bytes
+/- 79,228,162,514,264,337,593,543,950,335 jika tidak menggunakan desimal
+/- 7.9228162514264337593543950335 (28 decimal places).
(sumber: http://zifoe.blogspot.com/2008/05/type-data-dalam-visual-basic.html)
a.    Nonmeric Data Type
b.   Tabel 2.4 Tipe Data Nonumeric
Nama
ukuran
Range
String(fixed length)
Panjang string
1 s/d 65,400 karakter
String(variable length)
Panjang + 10 bytes
0 s/d 2 milyar karakter
Date
8 bytes
January 1, 100 s/d December 31, 9999
Boolean
2 bytes
True atau False
Object
4 bytes
embedded object
Variant(numeric)
16 bytes
Sama dengan double
Variant(text)
Panjang + 22 bytes
Same dengan panjang string
sumber:http://zifoe.blogspot.com/2008/05/type-data-dalam-visual-basic.html
c. Suffixes Literals
Literals adalah nilai uang anda tentukan pada data. Pada kasus tertentu perlu menambahkan suffik disamping literal sehingga perhitungannya lebih akurat.
Tabel 2.5 Suffixes Literals
SUFFIKS
TYPE DATA
&
Long
!
Single
#
Double
@
Currency
 sumber: http://zifoe.blogspot.com/2008/05/type-data-dalam-visual-basic.html

Pada saat tertentu, kita perlu menyertakanstring literal dalam dua tanda kutip, date dan time literal dalam tanda pagar "#". String dapat mengandung karakter apa saja termasuk angka. Untuk jelasnya lihat contoh berikut ini.
Nama="Kim Hee, Sun."
Telepon="062-021-696969"
Tanggal=#31-Dec-00#
Jam=#12:00 am#

Tipe data lainnya yang terdapat dalam program adalah sebagai berikut:
1.     Fungsi END
Gerbang AND adalah suatu gerbang yang sekurang-kurangnya mempunyai dua input atau lebih dan hanya satu buah output. Output akan bernilai (logika) 1 jika semua inputnya akan bernilai (logika) 1
Tabel 2.6 kebenaran AND
masukan
keluaran
A
B
Q-A AND B
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
sumber:  http://id.scribd.com/doc/48958426/Bab-2
Fungsi  XOR

Gerbang XORmerupakan gerbang logika yang nilai outputnya akan bernilai 1 jika nilai inputnya bernilai sama.
Tabel 2.7  kebenaran XOR
masukan
keluaran
A
B
Q-A AND B
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0

   sumber:  http://id.scribd.com/doc/48958426/Bab-2

Struktur Visual Basic 6.0

Struktur Visual Basic 6.0 - Agar dapat merancang program dengan terarah harus mengenal terlebih dahulu struktur pemograman dalam Visual Basic. Secara umum struktur Visual Basic terdiri dari:

a. Bagian Deklarasi Program
Bagian ini merupakan bagian peletakan semua deklarasi data yang akan digunakan. Secara umum kata cadangan yang merupakan bagian dari deklarasi adalah : Dim, Public, Private, Static, Const dan Type

b. Deklarasi Dim atau Dimension
Dim atau Dimension adalah kata cadangan yang sering dipakai untuk mendeklarasikan variabel yang akan digunakan dalam Visual Basic. Pendeklarasian dengan pernyataan Dim berlaku pada pemograman modul, program dan sub_program.

Bentuk penulisan deklarasi dengan Dim adalah :
Dimnama_variabel As tipe_data
Dimana :
Nama_variabel adalah nama yang diwakili untuk suatu variable.
Tipe_data adalah tipe data yang digunakan untuk variabelnya. Tipe data dapat berbentuk tipe tunggal atau majemuk. Tipe data majemuk dinamakan pula array.

c. Deklarasi Public
Public merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan ini pada
dasarnya dideklarasikan pada sebuah modul.
Adapun bentuk penulisan deklarasi dengan public adalah :
Public nama_variabel Astipe_data
Di mana :
Nama_variabela dalah tipe data digunakan oleh variabelnya. Di mana tipe data dapat berbentuk tunggal atau mejemuk (Array).

d. Deklarasi Private
Privatemenyatakan bahwa semua variabel yang dideklarasikan oleh pernyataan ini berlaku secara khusus (Private). Pernyataan Private merupakan pernyataan level sub_program.
Adapun bentuk penulisan deklarasi dengan Private adalah :
Private nama_variabel Astipe_data
Di mana :
Nama_variabel  adalah nama yamg diwakilkan untuk semua variabel.
Tipe_data adalah tipe data yang digunakan oleh variabelnya. Di mana tipe data dapat berbentuk tunggal atau majemuk (Array).

e. Deklarasi Static
Staticsering digunakan untuk menjaga suatu variabel atau nilai agar tetap atau tidak berubah selama program dijalankan. Pernyataan static merupakan pernyataan level sub_program, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada bagian sub_program.
Adapun bentuk penulisan deklarasi dengan Static adalah :
Static nama_variabel Astipe_data
Di mana :
Nama_variabel  adalah nama yang diwakilkan untuk suatu variabel
Tipe_data adalah tipe data yang digunakan oleh variabelnya. Di mana tipe data dapat berbentuk tunggal atau mejemuk (Array).

f. Deklarasi Constatau Constanta
Const atau Constanta sering dipakai pada bagian deklarasi untuk memberikan harga konstan pada suatu variabel. Const merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada modul. Dalam prakteknya pernyataan Constsering dipandu dengan pernyataan publicatau private. Adapun bentuk penulisan deklarasi dengan pernyataan Const adalah :
Public / Private Const nama_variabel Astipe_data = ekspresi_varibel.

g. Deklarasi Type
Typedipakai pada bagian deklarasi untuk mendefiniskan tipe data terdefinisi di mana tipe data ini dapat mengandung satu atau lebih dari satu tipe data. tipemerupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada modul. Dalam prakteknya pernyataan tipe sering dipakai dengan Public atau Private. Adapun bentuk penulisan deklarasi dengan tipe adalah :
Private / Public Typenama_variabel
Nama_elemen (Var_subscript) as tipe_data
Nama_elemen (Var_subscript) as tipe_data
End Type
Di mana :
Nama_variabel adalah nama yang mewakilkan variabel tipe data terdefinisi.
Tipe_data adalah tipe data yang mewakili nama_elemennya.

h. Bagian Pernyataan Program
Pada bagian pernyataan ini, rincian program ditulis. Program ditulis pada jendela kode, jendela modul, jendela subprogram. Di mana pada bagian pernyataan ini struktur program harus benar-benar dibuat tentang semua penjelasannya, yakni penjelasan tentang komponen-komponen programnya, penjelasan tentang tipe-tipe data yang akan dipakai pada Visual Basic ini, penjelasan tentang struktur kendalinya yang mencakup tentang percabangan dan perulangan. Semua penjelasan ini harus komplit sebab kalau pernyataan tidak dibuat selengkap mungkin akan menimbulkan :
1. Program tidak bisa di Compile.
2. Program tidak bisa di Running.