Latest Updates

Perdagangan dan Investasi dalam Bisnis Internasional


Perdagangan dan Investasi dalam Bisnis Internasional 
Setelah membaca bab ini, anda diharapkan mampu : 
Memahami daya tarik perdagangan internasional dan bagaimana pertumbuhannya. 
Mengidentifikasi arah perdagangan, atau siapa berdagang dengan siapa. 
Menjelaskan ukuran, pertumbuhan dan arah investasi langsung luar negeri Amerika Serikat. 
Mengidentifikasi siapa yang melakukan investasi dan berapa yang diinvestasikan di Amerika Serikat.
Memahami alasan-alasan untuk memasuki pasar di luar negeri.
Mengetahui cara-cara memasuki pasar internasional. 
Mengerti bahwa globalisasi perusahaan internasional terjadi atas sekurang-kurangnya tujuh dimensi dan suatu perusahaan dapay bersifat setengah global dalam beberapa dimensi dan sepenuhnya global dalam dimensi-dimensi lainnya. 
Mendiskusikan macam-macam saluran yang tersedia bagi perusahaan-perusahaan yang mengekspor secara tidak langsung maupun langsung yang melakukan manufaktur di luar negeri. 
Menjelaskan arah kecenderungan structural dalam perdagangan besar dan eceran. 


ARAH PERDAGANGAN 
Meskipun lebih separuh ekspor negara-negara berkembang sebenarnya  menuju ke negara-negara maju, proporsi ini telah merosot selama 30 ntahun terakhir, dari 72 persen pada tahun 1970 menjadi 57  persen tahun 2000. Juga, hamper tiga perempat ekspor dari perekonomian maju mengarah ke negara-negara industri, bukan ke negara-negara berkembang. Seperti diperlihatkan dalam table, Jepang, Amerika Serikat, serta Australia dan Selandia Baru merupakan pengecualian, dimana masing-masing mengirim sebagian besar ekspornya ke negara-negara berkembang daripada ke perekonomian negara maju secara keseluruhan. 
Tiga Pengecualian, Jepang, Amerika Serikat dan Australia / Selandia Baru
Alasan Jepang menjual lebih banyak ke negara-negara berkembang daripada negara-negara maju adalah karena telah memiliki sistim distribusi ekstensif pasar-pasar ini sejak awal 1900-an. Karena tidak memiliki sumber-sumber lokal bahan mentah, negara itu telah menggunakan perusahaan-perusahaan perdagangan umum (Sogososha di Jepang) untuk mengimpor banyak bahan baku dan komponen yang diperlukan untuk perindustrian Jepang. 

Kantor-kantor perusahaan dagang di negara-negara berkembang di mana bahan-bahan itu diperoleh juga memasarkan produk-produk buatan Jepang ke negara-negara itu (termasuk komponen-komponen untuk pasar-pasar industri darn konsumen, seperti peralatan dan suku cadang elektronik, dan juga barang-barang modal seperti peralatan mesin). 

Banyak perusahaan-perusahaan Jepang dibidang-bidang elektronik konsumen, komputer dan sebagainya yang telah memindahkan operasi manufaktur ke negara-negara biaya rendah seperti Cina dan berbagai negara di Asia Tenggara, sehingga menghasilkan “impor balik” ke Jepang karena barang-barang ini menggantikan produk-produk yang biasanya dibuat di Jepang. 

Arah Perdagangan yang Berubah 
Tampaknya eksportir Amerika telah melakukan penetrasi besar di pasar-pasar negara berkembang yang sebaliknya menjual lebih banyak ke Amerika Serikat. Hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan kemampuan mengekspor barang-barang manufaktur dan pertumbuhan perdagangan antarperusahaan antarafiliasi perusahaan internasional. Kenyataan bahwa para anggota kelompok-kelompok perdagangan semakin lebih banyak menjual kepada satu sama lain adalah perkembangan yang akan mempengaruhi pilihan-pilihan lokasi perusahaan internasional untuk pabrik-pabrik mereka dan operasi-operasi lainnya. 

Perhatikan pula bahwa Amerika Serikat dan Jepang, tetapi bukan Eropa, sedang mendekati dengan cepat pembagian 50 : 50 untuk ekspor mereka ke negara-negara berkembang dan maju, sementara Australia dan Selandia Baru sudah mencapai sebagian besar ekspornya ke negara-negara berkembang. 


MEMUSATKAN PERHATIAN PADA MITRA-MITRA DAGANG UTAMA 
Ada sejumlah keuntungan dengan memusatkan perhatian pada negara yang telah menjadi pembeli utama barang-barang yang berasal dari calon negara eksportir : 
Iklim bisnis di negara pengimpor relatif menguntungkan. 
Peraturan-peraturan ekspor dan impor bukanlah sesuatu yang sukar diatasi. 
Tidak akan ada penolakan budaya yang kuat untuk membeli barang-barang dari negara itu. 
Fasilitas transportasi yang memuaskan telah ada. 
Pihak-pihak saluran impor (pedagang, bank, pialang pabean) telah berpengalaman dalam menangani pengiriman impor dari kawasan eksportir. 
Devisa untuk membayar ekspor tersedia. 
Pemerintah dari sebuah mitra dagang mungkin menekan importir untuk membeli dari negara-negara yang merupakan pelanggan utama atas ekspor  negara itu. 
Contohnya usaha-usaha pemerintah Jepang, Korea dan Taiwan untuk membujuk warga negara mereka membeli lebih banyak barang Amerika. Mereka juga telah mengirim misi-misi pembelian ke Amerika Serikat. 


INVESTASI PORTOFOLIO 
Pembelian saham dan obligasi untuk memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan. Pembelian saham-saham ini biasanya dilakukan di bursa-bursa saham dunia. DImana setiap individu atau perusahaan dapat langsung membeli saham-saham perusahaan internasional, atau perusahaan yang sudah menjual sahamnya di pasar saham.
Pembelian saham yang cukup dalam sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen yang signifikan.